2010-07-29 09:00:18
Jambore Sepeda TelkomGroup Kuliner version
Sengaja kota Gudeg Yogya dipilih panitia untuk hajatan Jambore Sepeda TelkomGroup ( JST ) sak Indonesia Raya selain secara geografis posisinya mudah dijangkau oleh bikers sak Indonesia memang lereng Merapi menjadi daya tarik tersendiri mengingat ada tokoh fenomenal disana. Siapa yang nggak kenal dengan mBah Maridjan sosok orang sederhana yang bergelar M.Ngabehi Suraksohargo surakso artinya jurukunci hargo gunung jadi beliau sebagai jurukunci gunung Merapi walaupun kini beliau telah menjadi BINTANG roso.... roso....., tetapi tetap sangat sederhana.
Berduyun-duyun para bikers Telkom Cycling Community ( TCC ) menuju kesuatu titik yang sama yaitu Yogyakarta dengan berbagai sarana angkutan demikian juga TCC JATIM chapter Surabaya Metro dengan menggunakan BUS besar dan Pickup pengangkut sepeda menempuh perjalanan sekitar 8 jam sampailah kami dikota yang sangat menghargai orang bersepeda dengan ditandai pada setiap pemberhentian lampu merah ada garis kotak dengan gambar sepeda pada posisi paling depan diantara kendaraan lain disitulah pesepeda diposisikan...ck.... ck.... ck... matur nuwun Njeng Sultan.
Setelah registrasi dan gathering sederhana di Aula Telkom Kotabaru Yogya yang diadakan panitia sampai 17:30 wib perjalanan yang sebenarnya baru akan dimulai, diawali setelah Magrib dengan asessoris untuk perjalanan malam para bikers menyusur kota Yogya mencari makanan khas Yogya sepeda kuliner namanya. Kuliner yang pernah saya dengar dan terkenal adalah Gudeg Wijilan, Oseng-oseng Mercon PKU, Sate Klatak daerah jl. Imogiri, Bakmi Jawa (Mie Kadin, Mie Gadok, Mie godhog bu Asih, Mie bhayangkara), ada juga Jadah bakar klamut jl. kaliurang, SGPC daerah SelMa (Selokan Mataram), nasi kucing di Angkringan alun2 kidul dan tersebar disepanjang pinggir jalan, minuman sekoteng, secang, rondhe... lan liyo liyane..... wis akeh pokoke.
Berhubung menyangkut rasa beda lidah beda selera kami berpisah di alun2 utara terbagi menjadi tiga kelompok besar. Kelompok pertama dipandu oleh rekan Jogja Folding Bike mencari Mie godhog bu Asih kurang puas karena jarak yg pendek dan size rata2 diatas XL nggowes dilanjut kearah Imogiri mencari sate Klatak dengan menempuh jarak 20an km dan antri hampir 1jam tidak menyerah...jangan menyerah...jangan menyerah..aaahhh . Kelompok kedua cukup dipandu cahkene yang memang pernah tinggal di Pesindenan dalem Beteng dan masih kerabat menghimpun penggemar gudheg Wijilan yang manis2 gurih di Jl.Wijilan dilanjut nasi kucing di Angkringan Alun-alun kidul tempat ringin kembar yang mitos dan menjelajah Tamansari tempat pemandian permaisuri, putri dan selir dalem sinuwun, pasar ngasem, PKU bhayangkara, belok ke SarKem ,sungguh>, nggubet kekali codhe, muter stadion Kridosono baru kembali ke Hotel. Kelompok ketiga dipandu oleh cahkono alumnus ugm yang cukup menguasai kuliner Jogja terbukti bisa menemukan jadah bakar klamut Kaliurang setelah menikmati tongseng panembahan...... hemmm sampe netes...tes..... Jogja memang khas...
Pulang kekotamu, ada setangkup haru dalam rindu..., masih seperti dulu......., tiap sudut menyapaku bersahabat.., penuh selaksa makna.......,
dipersimpangan langkahku terhenti...,ramai kakilima menyajikan sajian khas berselera..., orang duduk bersila, musisi jalanan mulai beraksi, seiring langkahku.... <Jogjakarta by KLAproject>
Jogja suatu saat kami akan kembali.....
( maryadi )