2010-07-29 08:39:15
Jambore Sepeda TelkomGroup Kaliadem version
Setelah acara pelepasan di Telkom Kotabaru Jogja para bikers yang tidak kurang dari 200an berikut sepedanya diangkut truck untuk loading ke lokasi start di desa Cangkringan. Begitu turun dari truck rasa ingin sekali segera mencoba tanjakan onroad Cangkringan menuju ke Kaliadem tak terbendung. Walau ternyata dengkul sulit untuk diajak kompromi tanjakan onroad sedikit demi sedikit masih mau bergerak.
Jarak tempuh yang begitu pendek hanya 5kiloan namun memerlukan waktu yang begitu lama lebih dari 1jam sudah bisa anda bayangkan kecepatan computer yang saya tempel di tube bar tidak beranjak dari angka 3,4,3,4 termehek-mehek. Sesampai di Kaliadem pos I suguhan khas Jogja yang tidak saya temukan dimalam sepeda kuliner serabi inggris dilinting dengan daun pisang hemmm kental dengan aroma daerah maknyusss... mendapat pujian dari sebagian besar para bikers yang tanpa sadar mengambil lebih dari satu <sadar kalii...>. Sesi pemotretan memang harus diawali dari sini histori maupun view G. Merapi serta bungker lahar panas memaksa para bikers mengeluarkan gembolan camera untuk cepret cepret ala pre wedding...
Setelah puas memainkan camera di Pos I Kaliadem kini giliran nggowes yang sebenarnya sudah didepan mata turunan offroad melatih nyali sekaligus kepandaian mengendalikan sepeda kesayangan betul diuji. Ada turunan landai, sedikit tajam dan cenderung ekstrem (drop off) harus dilalui para bikers sebelum menyusur lorong perkebunan salak terasa masuk sebuah trowongan uaadeemm.
Setelah berliku di kebon sengon, salak dan bambu para biker numpuk menunggu antrean di single track berjibun, saya fikir wah bau parfum para bikers ini lumayan menyengat kalau sudah ngumpul begini setelah dapat giliran agak mendekat woaaaallah.... iki ndhuk pinggir kandang ayam to??? pantesan menyengat sekali karena takut akan flu burung saya berusaha menutup muka dengan kaos.... he3x <berlebihan kalii ye!!>.
Segala capek terobati setelah menemukan rute dipematang sawah menurun lurus puanjang mampu digenjot sampai 40km/jam tersibak desiran angin, terayun-ayun bagi penikmat fulsus disinilah tempatnya......matur nuwun panitia Jogja yang telah bekerja keras menghelat acara ini terkhusus buat pak Yusuf atas akomodasi hotelnya sungguh bisa terlelap. Nasi padang menjadi pamungkas gelaran ini kami berharap seri-seri Jambore berikutnya sudah teragendakan sehingga kami punya sarana untuk implement C kelima dari budaya 5C collaborative inovative saling ketemu diarea yang bebas tanpa pembatas silos silos......
Merapi suatu saat kami akan kembali.......
( maryadi )